 |
Dabra, Distrik Mamberamo Hulu
Distrik Mamberamo Hulu terletak pada koordinat
137°58'42,446"-139°7'13,717"
bujur timur dan
2°25'27,905"-3°24'36,306" Lintang Selatan memiliki luas wilayah
mencapai 6.714 Km² yang membawahi 9 kampung yaitu Dabra,
Douw, Papasena I, Papasena II, Foau, Fokri, Taive, Taria, dan Kwa. Ibu kota
distrik Mamberamo Hulu adalah Dabra. Alat transportasi yang dapat digunakan
untuk mencapai ibu kota Distrik Mamberamo Hulu adalah speed boat atau pesawat udara. Batas-batas
administrasi Distrik Mamberamo Hulu yaitu : Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik
Iwaso dan Kabupaten
Sarmi; Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sarmi; Sebelah Selatan
berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Tengah dan Sebelah Barat berbatasan
dengan Distrik Roufaer dan Distrik Mamberamo Tengah Timur
|
 |
Pesona Keindahan Sungai Mamberamo bagian Hulu
Untuk bisa sampai ke diistrik ini, bisa menggunakan pesawat
udara dan transportasi sungai. Transportasi sungai dapat ditempuh dengan 2
jalur, yaitu melalui Kasonaweja dan dapat juga melalui Lereh. Namun jalur
melalui Lereh tampaknya cukup rumit, sebab harus melalui jalur sungai yang
berliku-liku. Sedangkan jika melalui Kasonaweja, Dabra dapat dicapai dengan waktu setengah hari
perjalanan.
Distrik ini dulu dikenal sebagai penghasil kulit buaya,
namun dalam perkembangannya usaha kulit buaya di distrik ini mengalami pasang
surut. Beberapa waktu lalu, tepatnya di tahun 2011, tim peneliti Unipa sempat
melakukan penelitian dan masih tampak usaha kulit buaya yang dilakukan
masyarakat setempat, namun setelah kembali pada tahun 2018 usaha tersebut
tampak tidak berjalan lagi karena beberapa kendala, yang paling utama adalah
kurangnya bahan pendukung dan alat untuk pengolahan kulit buaya.
|
 |
| Bandar Udara Dabra |
Mata pencaharian masyarakat di distrik ini
adalah nelayan dan petani. Jenis ikan
yang ada umumnya adalah jenis ikan yang hidup di perairan sungai
Mamberamo seperti ikan sembilang, mas, mujair dan tawes. Sebagian penduduk yang berdiam
di wilayah ini berasal dari pedalaman Tolikara dan telah menjadikan aktivitas
berkebun sebagai mata pencaharian utama. Jenis tanaman yang diusahakan antara
lain ubi jalar, keladi, pisang dan beberapa jenis sayuran. Selain berkebun, untuk memenuhi
kebutuhan pangan, penduduk setempat juga melakukan aktivitas menokok sagu.
 |
| Potensi perikanan dan pertanian di Distrik Mamberamo Hulu |
 |
| Salah satu sudut tempat tambatan perahu di Kampung Dabra |
No comments:
Post a Comment