| Gambar 1. Tampak Pemukiman warga di Kampung Sikari |
Dalam tulisan ini, penulis akan sedikit memperkenalkan kepada pembaca pada salah satu wilayah di sepanjang sungai Mamberamo. Sungai Memberamo paling banyak dikenal, oleh karena itu penulis mungkin tidak perlu banyak bercerita tentang sungai Mamberamo. Namun yang menarik disini adalah bagaimana mengenal pola hidup masyarakat di sepanjang aliran sungai ini, dan salah satu lokasi yang sempat penulis kunjungi adalah Kampung Sikari, yang terletak di distrik Roufaer.
Untuk sampai ke wilayah ini, dapat ditempuh dengan 2 cara yaitu dengan pesawat atau perahu motor. Penggunaan pesawat amat jarang, itupun kalau dipaksakan sebaiknya perjalanan dilakukan dari Jayapura menuju distrik Mamberamo Hulu yang beribu kota di Dabra. Setelah tiba di Dabra kemudian dapat melanjutkan perjalan menggunakan perahu motor. Cara lain dengan mengunakan pesawat adalah terbang dari Jayapura ke Kasonaweja. Setelah tiba di Kasonaweja perjalanan dilanjutkan dengan perahu motor menuju Sikari. Perjalanan diatas jika menggunakan pesawat udara, namun sensasi selama perjalanan akan berbeda, sebab jika melalui Kasonaweja maka ditengah menyusuri sungai Mamberamo, terdapat 2 titik lokasi aliran sungai yang dapat memacu adrenalin kita, yaitu Marina Vallen dan Edi Valen. 2 Tempat ini cukup memberikan sensasi bagi para petualang arung jeram, walaupun sedikit beresiko, oleh karena itu perlengkapan life jacket perlu disiapkan untuk berjaga-jaga. Jika jalur penerbangan melalui Dabra, maka sensai perjalanan akan sedikit lebih tenang, sebab sepanjang aliran sungai dari Dabra menuju Sikari relatif tenang.
Untuk sampai ke wilayah ini, dapat ditempuh dengan 2 cara yaitu dengan pesawat atau perahu motor. Penggunaan pesawat amat jarang, itupun kalau dipaksakan sebaiknya perjalanan dilakukan dari Jayapura menuju distrik Mamberamo Hulu yang beribu kota di Dabra. Setelah tiba di Dabra kemudian dapat melanjutkan perjalan menggunakan perahu motor. Cara lain dengan mengunakan pesawat adalah terbang dari Jayapura ke Kasonaweja. Setelah tiba di Kasonaweja perjalanan dilanjutkan dengan perahu motor menuju Sikari. Perjalanan diatas jika menggunakan pesawat udara, namun sensasi selama perjalanan akan berbeda, sebab jika melalui Kasonaweja maka ditengah menyusuri sungai Mamberamo, terdapat 2 titik lokasi aliran sungai yang dapat memacu adrenalin kita, yaitu Marina Vallen dan Edi Valen. 2 Tempat ini cukup memberikan sensasi bagi para petualang arung jeram, walaupun sedikit beresiko, oleh karena itu perlengkapan life jacket perlu disiapkan untuk berjaga-jaga. Jika jalur penerbangan melalui Dabra, maka sensai perjalanan akan sedikit lebih tenang, sebab sepanjang aliran sungai dari Dabra menuju Sikari relatif tenang.
Kita
kembali pada cerita kita tentang Kampung Sikari. Kampung Sikari terletak Distrik
Roufaer, Kabupaten Mamberamo Raya. Distrik Roufaer memiliki luas wilayah
mencapai 2.633,38 Km². Selain Sikari, Distrik Roufaer memiliki 5 kampung
lain yaitu Kai, Haiya, Bareri, Tayai dan Fona. Letak Ibu kota
Distrik Roufaer di Kampung Kai, walaupun demikian jika menempuh perjalanan
menyusuri sungai Mamberamo, sepertinya kampung Sikari yang sedikit lebih sesuai
jika dijadikan ibu kota distrik Roufaer. Pendapat ini tentunya berdasarkan
opini penulis dan disesuaikan dengan kemudahan dalam mengakses kampung ini,
walaupun demikian penetapan ibu kota distrik adalah hak mutlak masyarakat
setempat.
| Gambar 2. Tampak anak dari kampung lain yang bersiap berganti pakaian untuk ke sekolah |
| Gambar 3. Bandar Udara Kampung Sikari tampak dari atas |
Distrik Roufaer memiliki Batas-batas
administrasi yaitu : Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik
Mamberamo Tengah Timur dan Distrik Waropen Atas; Sebelah Timur berbatasan
dengan Distrik Mamberamo Hulu; Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten
Mamberamo Tengah,
dan Sebelah Barat berbatasan
dengan Kabupaten Mamberamo Tengah. Sebagian
besar kampung di Distrik Roufaer dapat diakses dengan menggunakan alat
transportasi sungai seperti speed boat dan perahu bermotor. Dari 6 kampung yang
ada distrik Roufaer, kampung Sikari adalah kampung terluar yang paling mudah
diakses karena letak kampung ini tepat berada pada aliran utama sungai
Mamberamo.
Kampung Sikari dapat dikatakan juga sebagai batas antara arus deras dan arus tenang Sungai Mamberamo. Arus deras sungai Mamberamo didasarkan pada kondisi topografi dan geologi disepanjang badan dan pinggiran sungai Mamberamo. Setelah melewati 2 titik arus deras aliran sungai Mamberamo yang disebutkan diatas (Marina Vallen dan Edi Valen), maka kampung pertama yang akan kita jumpai adalah Kampung Sikari.
Kampung ini memiliki masyarakat dengan pola kehidupan sederhana.
Sebagian besar masyarakat bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan. Sebagai
petani maka jenis komoditi tanaman pangan yang umumnya diusahakan adalah ubi kayu, ubi jalar, keladi, pisang, dan
kacang tanah. Kemampuan produksi komoditi hortikultura masih rendah dan
terbatas karena hanya diusahakan dengan memanfaatkan luasan pekarangan yang
tersedia. Hal ini menyebabkan hasil produksinya diperuntukkan terutama untuk
memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pinang adalah tanaman perkebunan yang paling
sering ditemui di halaman warga di kampung ini selain pisang, ubi kayu, ubi
jalar dan jenis tanaman sayuran lainnya.
Pinang selain untuk konsumsi keluarga merupakan salah satu sumber pendapatan
keluarga dengan kisaran harga jual antara
Rp. 150.000-200.000 per hoki/mayang.
| Gambar 4. Tampak Bangunan Pasar di kampung Sikari |
Di Kampung Sikari terdapat 1
unit bangunan pasar disertai bangunan besar menyerupai gudang. Menurut informasi
aktifitas di pasar ini tidak rutin setiap hari, hanya hari-hari tertentu dimana
masyarakat dari beberapa kampung akan datang dan melakukan aktivitas jual-beli.
Sayangnya bangunan besar menyerupai gudang tampak tidak terawat, walaupun
gudang ini tampaknya biasa digunakan oleh masyarakat dari kampung lain sebagai
tempat tinggal sementara untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kampung mereka.
Di depan gudang tempak beberapa los diserta meja-meja panjang permanen yang
biasanya digunakan masyarakat untuk meletakan barang jualan mereka.
Suasana di kampung ini akan
tampak lebih dinamis ketika melihat anak-anak usia sekolah dasar mendayung
perahu mereka. Beberapa dari mereka berasal dari kampung di sekitar Kampung Sikari.
Tiap pagi mereka harus menggunakan perahu dengan pakaian seadanya, tampaknya
pakaian seragam sekolah disimpan dalam tas. Setelah tiba di kampung Sikari,
anak-anak ini kemudian mengganti pakaian mereka dengan pakaian seragam. Di ujung kampung Sikari terdapat lapangan pesawat
perintis yang digunakan sebagai tempat bermain dan lapangan volly. Landasan lapangan
pesawat perintis ini masih berupa
rumput, dan belum ada penerbangan pesawat secara reguler, dan tampaknya jika
ada pesawat yang mendarat di kampung ini paling tidak pesawat tersebut di
carter dengan biaya yang cukup mahal.
| Gambar 5. Arus tenang sungai Mamberamo dan keindahan Panorama Kampung Sikari |
Demikian sekilas tentang kampung
Sikari. Tidak banyak kesempatan yang dapat diperoleh oleh semua pembaca untuk
mengunjungi tempat-tempat eksotis seperti ini, namun jika sempat, cobalah
berkunjung ke kampung Sikari, sambil menikmati indahnya senja dan pemandangan
alang-alang di pinggiran sungai Mamberamo. Suasana tenang dan damai akan terasa
ketika ketika mata hari mulai terbenam atau terbit.
No comments:
Post a Comment