| Daerah Aliran Sungai Kamundan yang melintasi Distrik Aifat Timur |
Sungai
Kamundan adalah sebuah sungai di Papua Barat, yang melintasi sebagian
wilayah Kabupaten Tambrauw, Maybrat, dan selanjutnya bermuara di sebagian wilayah Kabupaten Bintuni
dan Sorong Selatan. Daerah aliran sungai Kamundan yang melintasi sebagian
wilayah Kabupaten Maybrat melintasi
sebagian wilayah distrik Aifat Timur.
DAS Kamundan
memiliki peran dan fungsi strategis. Jika dilihat dari sudut pandang sumber air maka DAS Kamundan merupakan
komponen penting dalam mendukung kehidupan dan tidak dapat tergantikan dengan
apapun. DAS Kamundan memiliki peran dan fungsi bagi masyarakat yang hidup disepanjang DAS ini, seperti
rumah tangga, pertanian, perikanan, dan peternakan. Untuk kepentingan jangka
panjang adalah memungkinkan apabila industri dan pengembangan teknologi
berbasis energi air seperti mikrohidro dapat dikembangkan di DAS ini.
Untuk
saat ini, pemanfaatan DAS Kamundan masih sangat terbatas. Bagi masyarakat pada beberapa
kampung yang dilintasi DAS Kamundan memanfaatkan DAS ini sebagai sumber air, sumber mencari
ikan, dan sarana transportasi. Dengan
menggunakan perahu katintin, sebelum jalan darat yang saat ini telah dibangun,
masyarakat dapat menjangkau beberapa kampung misalnya dari Tahsiemara ke
Fuog, atau kampung yang lebih jauh lagi yaitu Womba menggunakan perahu dengan
menyusuri sungai Kamundan.
Kabupaten
Maybrat diketahui memiliki beberapa destinasi wisata yang berpotensi untuk
dikembangkan seperti wisata Danau yang terletak pada 2 wilayah administrasi distrik
yaitu Ayamaru dan Ayamaru Utara, Danau Uter di wilayah Aitinyo. Selain
destinasi wisata alam tersebut diatas, Sungai Kamundan juga termasuk salah satu
potensi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata alam untuk kegiatan
rekreasi dan pariwisata.
Arah
dan model pengembangan Sungai Kamundan menjadi salah satu destinasi wisata alam
di Kabupaten Maybrat tentunya perlu disesuaikan dengan kondisi dan
karakteristik wilayah. Faktor pendukung seperti informasi faktor fisik dan
lingkungan, aksesibilitas, sarana dan prasarana pendukung adalah factor pendukung
yang perlu dibenahi untuk pengembangan Sungai Kamundan menjadi salah satu
destinasi wisata unggulan di Kabupaten Maybrat.
Sebagai
landasan awal untuk pengembangan Sungai Kamundan sebagai tempat wisata,
beberapa factor pendukung tengah dilengkapi, seperti menara pemantau atau View Deck saat ini tengah dibangun di Sruhora yang terletak di pertengahan
kampung Sabah dan Tahsiemara. Selain view deck, factor pendukung lainnnya
adalah hutan yang berada di sekitas daerah aliran sungai kamundan adalah
potensi yang dapat dijadikan objek wisata dengan tetap menjaga kondisi hutan
dengan keragaman spesies (tumbuhan dan hewan) yang ada.
Faktor
lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah aksesibilitas. Aksesibilitas untuk menjangkau sungai Kamundan,
terutama untuk mencapai jembatan yang melintasi sungai ini cukup baik, walaupun
beberapa bagian jalan tampak tidak terawat (belum diaspal) dan tanaman hutan
yang tumbuh hampir menutupi badan jalan. Dari pusat kabupaten Maybrat
(Kumurkek) misalnya, untuk mencapai jembatan sungai Kamundan, dapat menggunakan
kendaraan roda 2 atau roda 4, dengan waktu tempuh kurang lebih 45-60 menit. Dengan
peningkatan dan perbaikan infrastrukur jalan, tentunya dapat berpengaruh pada jumlah
pengunjung yang akan berwisata dan menikmati keindahan Sungai Kamundan.
Peningkatan
kapasitas penduduk local pada beberapa kampung disekitar aliran Sungai Kamundan
terutama kapasitas dan kreasi penduduk local adalah factor pendukung lainnya
yang perlu diperhatikan. Kreasi budaya dan
kearifan penduduk local untuk menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman sebagai
tempat wisata, adalah factor pendukung lainnya yang dapat mendukung
pengembangan Sungai Kamundan sebagai destinasi wisata. Jika sarana fisik dan faktor pendukung telah
dibenahi, maka pengembangan Sungai Kamundan sebagai potensi wisata dapat
tercapai.
Tulisan
ini merupakan opini bebas yang dapat dijadikan acuan. Ada banyak acuan yang
dapat digunakan untuk pengembangan destinasi wisata, namun demikian perlu
komitmen yang kuat dari berbagai pihak dengan melibatkan semua stakeholder.
Melalui opini ini, diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi pemangku kebijakan,
serta masyarakat/penduduk local yang selama ini telah memanfaatkan Sungai Kamundan
namun perlu melakukan terobosan baru mengelola potensi Sungai Kamundan agar
dapat memberikan nilai tambah.
No comments:
Post a Comment